Komposisi transformasi adalah gabungan dua atau lebih transformasi yang dilakukan berurutan, direpresentasikan lewat perkalian matriks transformasi.
1. Matriks Komposisi
Kalau transformasi T1 (matriks A) dilakukan dulu, lalu T2 (matriks B):
Matriks komposisi = B × A (urutan penulisan dibalik dari urutan pelaksanaan)
2. Contoh Soal
Titik P(2,3) dicerminkan terhadap sumbu x, lalu dirotasi 90° berlawanan jarum jam. Tentukan bayangan akhirnya.
3. Penyelesaian
Matriks refleksi sumbu x: A = [[1,0],[0,-1]]
Matriks rotasi 90°: B = [[0,-1],[1,0]]
Matriks komposisi = B×A = [[0,-1],[1,0]] × [[1,0],[0,-1]]
= [[(0)(1)+(-1)(0), (0)(0)+(-1)(-1)], [(1)(1)+(0)(0), (1)(0)+(0)(-1)]] = [[0,1],[1,0]]
Terapkan ke titik P(2,3): x'=0(2)+1(3)=3, y'=1(2)+0(3)=2
Bayangan akhir: P'(3,2)
4. Urutan Transformasi Penting
Komposisi transformasi tidak komutatif — hasil beda kalau urutan transformasi dibalik, sama seperti sifat perkalian matriks yang tidak komutatif.
Menggabungkan transformasi lewat matriks jauh lebih efisien dibanding menghitung tiap transformasi satu-satu secara manual.