Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung tetap dari modal awal saja, tidak bertambah berdasarkan bunga periode sebelumnya.
1. Rumus Bunga Tunggal
B = (M × p × t) / 100
B = bunga, M = modal awal, p = persentase bunga per periode, t = jumlah periode.
2. Modal Akhir
Mt = M + B = M(1 + pt/100)
3. Contoh Soal
Modal Rp2.000.000 ditabung dengan bunga tunggal 6% per tahun selama 5 tahun. Tentukan bunga total dan modal akhir.
B = (2.000.000 × 6 × 5)/100 = Rp600.000
Modal akhir = 2.000.000 + 600.000 = Rp2.600.000
4. Mencari Waktu atau Persentase
Rumus bisa dibalik buat mencari t atau p kalau bunga (B) sudah diketahui.
Contoh: modal Rp1.000.000 jadi Rp1.300.000 setelah 5 tahun dengan bunga tunggal. Tentukan persentase bunganya.
B = 300.000, dari rumus: 300.000 = (1.000.000 × p × 5)/100 → p = 6%
5. Ciri Khas Bunga Tunggal
Pertambahan modal per periode selalu sama (linear), berbeda dengan bunga majemuk yang pertambahannya makin besar tiap periode (eksponensial).
Bunga tunggal umumnya dipakai pada pinjaman jangka pendek atau obligasi sederhana.