Bunga majemuk (bunga berbunga) adalah bunga yang dihitung dari modal ditambah bunga periode sebelumnya, sehingga pertumbuhannya eksponensial.
1. Rumus Bunga Majemuk
Mt = M(1 + p/100)t
M = modal awal, p = persentase bunga per periode, t = jumlah periode.
2. Contoh Soal
Modal Rp1.000.000 ditabung dengan bunga majemuk 10% per tahun selama 3 tahun. Tentukan modal akhirnya.
Mt = 1.000.000(1+0,1)3 = 1.000.000(1,1)3 = 1.000.000 × 1,331 = Rp1.331.000
3. Perbandingan dengan Bunga Tunggal
Dengan modal dan persentase yang sama, bunga majemuk selalu menghasilkan modal akhir lebih besar dibanding bunga tunggal untuk periode lebih dari 1, karena bunga ikut "berbunga".
4. Bunga Majemuk dengan Periode Lebih Sering
Kalau bunga dihitung m kali dalam setahun:
Mt = M(1 + p/(100m))mt
5. Aplikasi
Bunga majemuk banyak dipakai pada tabungan bank, deposito, dan investasi jangka panjang, karena efeknya makin signifikan seiring bertambahnya waktu.
Memahami perbedaan bunga tunggal dan majemuk penting buat pengambilan keputusan finansial jangka panjang.