Zat bisa berubah wujud dari padat, cair, ke gas (atau sebaliknya) karena adanya perubahan suhu yang menyerap atau melepaskan kalor (panas).
1. Perubahan Wujud yang Menyerap Kalor
- Mencair (melebur): padat → cair, contoh es batu meleleh
- Menguap: cair → gas, contoh air mendidih jadi uap
- Menyublim: padat → gas, contoh kapur barus yang lama-lama habis tanpa mencair dulu
2. Perubahan Wujud yang Melepaskan Kalor
- Membeku: cair → padat, contoh air jadi es di freezer
- Mengembun: gas → cair, contoh titik-titik air di luar gelas berisi es
- Mengkristal (deposisi): gas → padat, contoh terbentuknya salju atau embun beku (frost)
3. Titik Lebur dan Titik Didih
Titik lebur adalah suhu saat zat padat berubah jadi cair. Titik didih adalah suhu saat zat cair berubah jadi gas secara menyeluruh (mendidih). Tiap zat murni punya titik lebur dan titik didih yang khas dan tetap pada tekanan tertentu.
4. Sifat Perubahan Wujud
Perubahan wujud tergolong perubahan fisika, karena zat yang berubah wujud tidak menghasilkan zat baru — susunan partikelnya berubah, tapi jenis zatnya tetap sama (air tetap air, baik dalam bentuk es, cair, maupun uap).
Memahami perubahan wujud membantu menjelaskan banyak fenomena sehari-hari, dari siklus air di alam sampai cara kerja lemari es.