Sel elektrolisis adalah kebalikan sel volta — memakai energi listrik dari luar buat memaksa terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan.
1. Perbedaan dengan Sel Volta
Sel volta: reaksi spontan menghasilkan listrik. Sel elektrolisis: listrik dari luar dipakai buat memaksa reaksi tidak spontan terjadi.
2. Komponen Sel Elektrolisis
Katode tetap tempat reduksi (terhubung ke kutub negatif sumber listrik), anode tetap tempat oksidasi (terhubung ke kutub positif).
3. Hukum Faraday I
"Massa zat yang dihasilkan pada elektrode sebanding dengan jumlah muatan listrik (arus) yang dialirkan."
m = (Q × Ar) / (F × n) = (i × t × Ar) / (96500 × n)
Q=muatan (Coulomb), i=arus (Ampere), t=waktu (detik), Ar=massa atom relatif, F=konstanta Faraday (96500 C/mol), n=jumlah elektron.
4. Hukum Faraday II
"Kalau muatan listrik yang sama dialirkan ke beberapa sel elektrolisis, massa zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalen masing-masing zat."
5. Contoh Soal
Arus 2A dialirkan selama 1930 detik buat elektrolisis larutan CuSO4 (Ar Cu=64, n=2). Tentukan massa Cu yang mengendap.
m = (2 × 1930 × 64)/(96500 × 2) = 247.040/193.000 ≈ 1,28 gram
6. Aplikasi Elektrolisis
Penyepuhan logam (electroplating), pemurnian logam, dan produksi gas H2/O2 dari air.
Hukum Faraday jadi alat kuantitatif penting buat memprediksi hasil produk dalam proses elektrolisis industri.