Untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam, basa, atau netral, kita bisa menggunakan indikator dan mengukur nilai pH-nya.
1. Indikator Alami
Indikator alami adalah bahan dari tumbuhan yang bisa berubah warna saat bertemu larutan asam atau basa, contohnya ekstrak kunyit, kol ungu, dan bunga sepatu.
2. Indikator Buatan
- Kertas lakmus: lakmus merah jadi biru dalam larutan basa, lakmus biru jadi merah dalam larutan asam
- Larutan indikator universal dan pH meter: memberikan hasil pengukuran berupa angka pH yang lebih akurat
3. Skala pH
Skala pH berkisar dari 0 sampai 14, yang menunjukkan derajat keasaman suatu larutan:
- pH < 7: bersifat asam (makin kecil, makin asam)
- pH = 7: bersifat netral, contoh air murni
- pH > 7: bersifat basa (makin besar, makin basa)
4. Contoh Nilai pH dalam Kehidupan
Air jeruk punya pH sekitar 2-3 (asam kuat), air murni pH 7 (netral), air sabun pH sekitar 9-10 (basa), dan pembersih saluran air pH bisa mencapai 13-14 (basa kuat).
Mengukur pH penting dalam banyak bidang, mulai dari menjaga kualitas air kolam ikan, memastikan tanah cocok untuk tanaman tertentu, sampai mengontrol proses produksi makanan.