Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang masih mempertahankan sifat asli masing-masing zat penyusunnya, dan bisa dipisahkan kembali secara fisika.
1. Campuran Homogen
Campuran homogen adalah campuran yang komposisinya merata di seluruh bagian, sehingga zat-zat penyusunnya tidak bisa dibedakan lagi meski dilihat pakai mikroskop. Campuran homogen sering disebut juga larutan.
Contoh: air garam, air gula, udara, larutan cuka.
2. Campuran Heterogen
Campuran heterogen adalah campuran yang komposisinya tidak merata, sehingga zat-zat penyusunnya masih bisa dibedakan atau terlihat batasnya.
Contoh: air dan minyak, air dan pasir, campuran kerikil dan tanah.
3. Jenis Campuran Heterogen Khusus
- Suspensi: campuran heterogen dengan partikel yang cukup besar sehingga bisa mengendap, contoh campuran air dan tepung
- Koloid: campuran dengan ukuran partikel di antara larutan dan suspensi, tidak mengendap tapi bisa menghamburkan cahaya (efek Tyndall), contoh susu dan santan
4. Perbedaan Campuran dan Senyawa
Beda dari senyawa, komposisi campuran tidak tetap (bisa diubah-ubah perbandingannya) dan zat-zat penyusunnya masih bisa dipisahkan kembali secara fisika (tanpa reaksi kimia), misalnya lewat penyaringan atau penguapan.
Membedakan campuran homogen dan heterogen membantu menentukan metode pemisahan yang tepat untuk memurnikan suatu zat.