Setiap unsur kimia punya lambang khusus yang disepakati secara internasional, memudahkan penulisan dan komunikasi ilmiah di seluruh dunia.
1. Sejarah Lambang Unsur
Sistem lambang unsur yang dipakai sekarang diusulkan oleh ahli kimia Swedia, Jons Jacob Berzelius, yang menggantikan sistem gambar/simbol lama dengan huruf, karena lebih praktis dan mudah ditulis.
2. Aturan Penulisan Lambang Unsur
- Diambil dari huruf depan nama unsur (biasanya dalam bahasa Latin), ditulis dengan huruf kapital
- Kalau ada beberapa unsur dengan huruf depan sama, ditambahkan satu huruf kecil lagi dari nama unsur tersebut
3. Contoh Lambang Unsur
- Hidrogen = H, Oksigen = O, Karbon = C, Nitrogen = N
- Natrium = Na (dari bahasa Latin Natrium), Kalium = K (dari Kalium)
- Besi = Fe (dari Ferrum), Emas = Au (dari Aurum), Perak = Ag (dari Argentum)
- Tembaga = Cu (dari Cuprum), Timbal = Pb (dari Plumbum)
4. Manfaat Lambang Unsur
Lambang unsur yang seragam memudahkan penulisan rumus kimia dan persamaan reaksi tanpa terhalang perbedaan bahasa antarnegara, karena lambang H tetap berarti hidrogen di mana pun tabel periodik itu dipakai.
Menghafal lambang unsur yang umum jadi bekal penting sebelum mempelajari rumus kimia senyawa yang lebih kompleks.