pH larutan penyangga dihitung pakai rumus yang menghubungkan tetapan ionisasi dan perbandingan konsentrasi komponen penyusunnya.
1. Rumus pH Penyangga Asam
[H+] = Ka × (mol asam lemah / mol basa konjugasi)
pH = -log[H+]
2. Contoh Soal Penyangga Asam
Larutan mengandung 0,2 mol CH3COOH dan 0,1 mol CH3COONa (Ka=10-5). Tentukan pH-nya.
[H+] = 10-5 × (0,2/0,1) = 2×10-5
pH = -log(2×10-5) ≈ 4,7
3. Rumus pH Penyangga Basa
[OH-] = Kb × (mol basa lemah / mol asam konjugasi)
pOH = -log[OH-], lalu pH = 14-pOH
4. Contoh Soal Penyangga Basa
Larutan mengandung 0,3 mol NH4OH dan 0,1 mol NH4Cl (Kb=10-5). Tentukan pH-nya.
[OH-] = 10-5 × (0,3/0,1) = 3×10-5
pOH = -log(3×10-5) ≈ 4,5
pH = 14-4,5 = 9,5
5. Faktor yang Memengaruhi pH Buffer
pH buffer ditentukan oleh nilai Ka/Kb dan PERBANDINGAN konsentrasi kedua komponennya, bukan konsentrasi mutlaknya. Kalau perbandingannya 1:1, pH = pKa (atau 14-pKb).
Rumus ini (dikenal sebagai persamaan Henderson-Hasselbalch) jadi alat utama menghitung pH sistem penyangga secara kuantitatif.