Selain lewat kumparan yang fluksnya berubah, GGL induksi juga bisa muncul kalau kawat bergerak melintasi medan magnet, dan bahkan kumparan bisa menginduksi dirinya sendiri lewat konsep induktansi.
1. GGL Induksi pada Kawat Bergerak
Kawat sepanjang L yang bergerak dengan kecepatan v tegak lurus medan magnet B akan menghasilkan GGL induksi:
ε = B · L · v · sinθ
dengan θ = sudut antara v dan B. GGL maksimum saat kawat bergerak tegak lurus B (θ=90°).
2. Generator AC dan DC
Generator memanfaatkan kumparan yang diputar dalam medan magnet untuk menghasilkan GGL bolak-balik:
ε = ε0 · sin(ωt)
dengan ε0 = N · B · A · ω (GGL maksimum). Generator AC menghasilkan arus bolak-balik langsung, sedang generator DC pakai komutator (split ring) untuk menyearahkan arus.
3. Induktansi Diri (Self-Inductance)
Ketika arus dalam kumparan berubah, kumparan itu sendiri menghasilkan GGL induksi yang melawan perubahan arus (Hukum Lenz), disebut induktansi diri:
ε = -L · (ΔI / Δt)
dengan L = induktansi diri (satuan Henry, H), bergantung geometri kumparan.
4. Energi Tersimpan dalam Induktor
Induktor yang dialiri arus I menyimpan energi dalam medan magnetnya:
W = ½ · L · I2
5. Transformator
Transformator memanfaatkan induksi elektromagnetik antara 2 kumparan (primer-sekunder) yang berbagi inti besi, untuk menaikkan/menurunkan tegangan AC:
Vp / Vs = Np / Ns
Konsep induksi elektromagnetik ini melengkapi pemahaman kelistrikan dan kemagnetan secara menyeluruh, dari arus, medan magnet, sampai konversi energi listrik-mekanik.