Hukum Hooke menjelaskan hubungan gaya dan pertambahan panjang pegas, dan pegas bisa disusun seri atau paralel buat mengubah kekakuan totalnya.
1. Hukum Hooke
F = k × Δx
F = gaya, k = konstanta pegas, Δx = pertambahan panjang. Berlaku selama masih dalam batas elastisitas.
2. Contoh Soal
Pegas dengan konstanta 200 N/m ditarik dengan gaya 10 N. Tentukan pertambahan panjangnya.
Δx = F/k = 10/200 = 0,05 m = 5 cm
3. Susunan Pegas Seri
1/ktotal = 1/k1 + 1/k2 + ...
Konstanta total seri selalu lebih kecil dari konstanta pegas terkecil (pegas jadi lebih "lentur").
4. Susunan Pegas Paralel
ktotal = k1 + k2 + ...
Konstanta total paralel lebih besar dari konstanta pegas manapun (pegas jadi lebih "kaku").
5. Contoh Soal Susunan
Dua pegas k=100 N/m dan k=200 N/m disusun seri. Tentukan konstanta totalnya.
1/ktotal = 1/100+1/200 = 3/200
ktotal = 200/3 ≈ 66,7 N/m
Susunan seri membuat pegas mudah teregang tapi butuh gaya total lebih kecil, susunan paralel sebaliknya butuh gaya lebih besar tapi lebih tahan deformasi.