Membran sel bersifat selektif permeabel, artinya hanya zat tertentu yang bisa keluar-masuk sel lewat mekanisme transpor membran.
1. Transpor Pasif (Tanpa Energi)
- Difusi: perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke rendah, contoh: penyebaran aroma parfum di ruangan
- Osmosis: perpindahan molekul air lewat membran semipermeabel dari larutan encer ke larutan pekat
- Difusi terfasilitasi: difusi yang dibantu protein transpor karena molekulnya besar atau bermuatan
2. Transpor Aktif (Butuh Energi ATP)
Perpindahan zat dari konsentrasi rendah ke tinggi (melawan gradien konsentrasi), butuh energi dari ATP. Contoh: pompa natrium-kalium (Na-K ATPase) yang menjaga keseimbangan ion di dalam dan luar sel saraf.
3. Endositosis
Proses sel "menelan" zat dari luar dengan melipat membrannya ke dalam.
- Fagositosis: menelan partikel padat, contoh: sel darah putih memakan bakteri
- Pinositosis: menelan partikel cair/larutan
4. Eksositosis
Kebalikan endositosis — sel mengeluarkan zat (misal hormon atau enzim) dengan cara vesikel menyatu dengan membran sel lalu melepas isinya ke luar.