Ambisnotes

TENTANG ASPD

ASPD(Antisocial Personality Disorder) adalah… Eitss, bukaan! ASPD yang akan kita bahas kali ini adalah Assasement Standardisasi Pendidikan Daerah. Disaat kebanyakan provinsi memilih untuk tidak melakukan ujian akhir secara serentak, Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta justru memiliki gagasan untuk menyelenggarakan ASPD.Tidak dapat disamakan dengan UN (Ujian Nasional), berikut beberapa perbedaan antara UN dengan ASPD:

1. Jumlah Soal

Jika biasanya soal UN terdiri dari 50 butir soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta 40 butir soal untuk mata pelajaran Matematika dan IPA, pada ujian ASPD jumlah soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Inggris hanya terdiri dari 40 soal sementara, mata pelajaran Matematika dan IPA hanya terdiri dari 30 soal.

2. Jenis Soal                       

Wah, kalau begitu enak, dong! Soalnya kan lebih sedikit!

Siapa bilang? Soal-soal pada UN biasanya hanya terdiri dari pilihan ganda biasa dengan tambahan beberapa soal HOTS. Namun, pada Ujian ASPD ini, selain soal pilihan ganda biasa dan HOTS,peserta didik juga dihadapkan pada jenis soal baru yaitu Pilihan Ganda Kompleks.

 Loh? Apatuh Pilihan Ganda Kompleks? Pilihan Ganda Kompleks adalah soal pilihan ganda di mana terdapat beberapa macam pernyataan. Setelah menjawab permasalahan dan menentukan pernyataan mana yang tepat, kamu baru bisa memilih jawaban pada opsi. Hal ini, tentunya memakan waktu yang tidak sedikit. Beberapa soal memang dapat dikerjakan tanpa harus menentukan seluruh pernyataan namun, tidak menutup kemungkinan terdapat soal di mana kita harus mengerjakan seluruh pernyataan. Teks di soal UN Bahasa Indonesia dan Inggris biasanya tidak menggunakan narasi panjang namun, pada soal ujian ASPD ini, seluruh soal, baik mata pelajaran Bahasa, seperti Bahasa Indonesia dan Inggris maupun mata pelajaran hitungan seperti Matematika dan IPA menggunakan narasi panjang.Hal ini guna mendukung program Literasi yang sedang digalakkan pemerintah Indonesia namun tentunya, juga berpengaruh pada proses pengerjaan karena peserta didik harus melakukan analisis super cermat.

3. Cakupan Pengerjaan

Jika UN dilaksanakan serentak bagi seluruh peserta didik di Indonesia, ASPD hanya dilaksanakan khusus di DIY. ASPD dilakukan serentak oleh seluruh peserta didik kelas 9 SMP di 5 kabupaten/kota di DIY. Selain itu, bagi peserta didik yang ingin melanjutkan studi SMA di DIY namun berasal dari luar provinsi, juga diwajibkan untuk mengikuti ujian ASPD susulan pada tanggal 4 dan 5 Juni 2021.

4. Penggunaan

Nilai ASPD nantinya akan mengambil 50% peran di nilai gabungan dalam PPDB DIY 2020/2021. Berbeda dengan nilai hasil UN yang murni langsung digunakan, nilai hasil ASPD nantinya akan digabungkan dengan rata-rata rapor 5 semester dan nilai akreditasi sekolah dengan komposisi 50%, 40%, dan 10%. Hal ini membuat nilai hasil ASPD tidak dapat disepelekan begitu saja.

PRA ASPD

Dikarenakan keadaan pandemi yang masih belum reda hingga saat itu, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Hal ini tentunya sedikit banyak menyulitkan peserta didik. Mengalami susah fokus dan terlalu mudah terdistraksi merupakan hal yang paling sering dikeluhkan peserta didik. Susahnya mendapat referensi soal untuk belajar juga merupakan salah satu permasalahan yang sempat dirasakan beberapa peserta didik pada saat itu. Hal ini dikarenakan, ASPD baru pertama kali ini dilaksanakan di Indonesia, tipe soal Pilihan Ganda Kompleks juga merupakan tipe soal baru di Indonesia sehingga, sangat susah untuk mencari tipe soal seperti ini. 

Sebelum ASPD dilaksanakan, peserta didik melaksanakanTPPU ASPD tahap kabupaten/kota dan provinsi secara bertahap. TPPU dilaksanakan di rumah masing-masing menggunakan perangkat milik siswa. Kendala sempat beberapa kali terjadi, mulai dari sinyal yang tiba-tiba hilang sampai server error . Namun, hal itu tentunya tidak membuat peserta didik kapok mengikuti TPPU. Mereka masih tetap bersemangat untuk kembali mengikuti TPPU tahap selanjutnya.

Pembinaan tidak hanya dilakukan oleh sekolah. Seiring berjalannya waktu, tim MGMP masing-masing kabupaten/kota membetuk tim Youtube dengan tujuan membahas soal/latihan soal. Setiap 1 sampai 2 kali seminggu mereka akan rutin melakukan live streaming pembahasan latihan soal ASPD.

ASPD

ASPD utama dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 5 sampai 8 April 2021. Ujian dibagi menjadi 2 gelombang, yaitu gelombang pertama yang akan memulai ujian pada sekitar pukul 07.00 dan selesai pada pukul 09.00 serta gelombang kedua yang akan memulai ujian sekitar pukul 11 00 dan selesai pada sekitar pukul 13.00. Kegiatan ujian ASPD dilaksanakan di sekolah masing-masing menggunakan teknik CBT. Dikarenakan masih dalam masa pandemi, peserta didik wajib melakukan protokol kesehatan yang ketat. Calon peserta ujian wajib menjaga kesehatan diri dan datang ke lokasi ujian dengan masker yang memenuhi standar. Sebelum masuk ke ruang ujian, peserta didik akan diminta mencuci tangan menggunakan sabun di halaman sekolah, setelah itu petugas akan mengecek suhu peserta didik dan memberi sarung tangan latex. Saat ujian berlangsung, peserta didik tidak boleh melepas masker dan sarung tangan latex karena hal ini termasuk pelanggaran protokol kesehatan.Setelah menyelesaikan ujian, peserta didik diminta kembali ke ruang transit untuk berdoa pulang. Peserta didik juga wajib membuang sarung tangan latex bekas ke tempat sampah yang sudah disediakan. Petugas lalu menyemprotkan disinfektan sehingga ruang ujian akan kembali steril untuk ujian gelombang kedua.

PASCA ASPD

Berita tentang bocornya soal ASPD Matematika paket 1 sempat membuat geger para peserta didik setelah ujian hari ke-3. Mengingat soal ujian matematika yang cukup bisa membuat pingsan saat itu justru dibocorkan membuat banyak peserta didik geram. Setelah kontroversi dan penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib terlaksana, diputuskan bahwa pihak yang terkait akan melaksanakan ujian ulang khusus untuk mata pelajaran Matematika. Pihak yang membocorkan juga telah dikenai sanksi setimpal. Namun, hal ini tentu saja tetap menodai integritas penyelenggara. Bagaimanapun juga, peristiwa ini tidak dapat dilupakan begitu saja oleh peserta didik D.I. Yogyakarta.

Nah teman, itu tadi sepintas tentang ASPD Jogja! Bagaimana menurut kalian?

Tetap semangat dan Selalu patuhi protokol kesehatan, yaaa!

Jumpa lagi di artikel selanjutnya!