Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja tiap satuan luas permukaan, dan berbeda perhitungannya untuk zat padat dan zat cair.
1. Tekanan Zat Padat
Dirumuskan sebagai P = F / A, dengan P = tekanan (pascal atau N/m²), F = gaya tekan (newton), A = luas bidang tekan (m²). Makin kecil luas bidang tekan, makin besar tekanan yang dihasilkan untuk gaya yang sama.
2. Contoh Penerapan Tekanan Zat Padat
Pisau dan paku dibuat runcing agar luas bidang tekannya kecil, sehingga bisa memotong/menembus benda dengan gaya yang relatif kecil. Sebaliknya, sepatu salju dibuat lebar agar tekanan pada permukaan salju kecil, sehingga tidak mudah amblas.
3. Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dihasilkan oleh zat cair diam akibat beratnya sendiri, dirumuskan sebagai Ph = ρ × g × h, dengan ρ = massa jenis zat cair (kg/m³), g = percepatan gravitasi (m/s²), h = kedalaman/tinggi zat cair (m).
4. Sifat Tekanan Hidrostatis
- Makin dalam suatu titik dari permukaan zat cair, makin besar tekanan hidrostatisnya
- Tekanan hidrostatis tidak dipengaruhi bentuk wadah, hanya bergantung kedalaman dan jenis zat cairnya
- Pada kedalaman yang sama, tekanan hidrostatis ke segala arah besarnya sama
Prinsip ini menjelaskan mengapa penyelam merasakan tekanan makin besar saat menyelam lebih dalam, dan mengapa dinding bendungan dibuat lebih tebal di bagian bawah.