Rekayasa genetika (teknologi DNA rekombinan) adalah teknik memindahkan gen dari satu organisme ke organisme lain agar organisme penerima memiliki sifat baru yang diinginkan.
1. Tahapan Teknologi DNA Rekombinan
- Isolasi gen target: memotong gen yang diinginkan memakai enzim restriksi
- Penyisipan ke vektor: gen disambungkan ke plasmid (vektor) memakai enzim ligase
- Transformasi: plasmid rekombinan dimasukkan ke sel inang, misalnya bakteri Escherichia coli
- Seleksi & perbanyakan: sel inang yang berhasil menerima gen disaring dan diperbanyak agar menghasilkan produk yang diinginkan, misal protein insulin
2. Contoh Produk Rekayasa Genetika
- Insulin manusia dari bakteri rekombinan untuk pengobatan diabetes
- Tanaman transgenik tahan hama (Bt cotton, Bt corn)
- Golden Rice yang diperkaya provitamin A (beta-karoten)
- Hewan transgenik untuk penelitian dan produksi obat
3. Dampak Positif
- Meningkatkan produksi pangan lewat tanaman/hewan unggul
- Membantu pengobatan penyakit genetik dan produksi obat massal (insulin, vaksin)
- Efisiensi produksi karena sifat organisme bisa diarahkan lebih spesifik
4. Dampak Negatif & Kontroversi
- Potensi dampak ekologis, misalnya organisme transgenik yang lolos ke alam bisa mengganggu keseimbangan ekosistem
- Kekhawatiran keamanan pangan jangka panjang dari produk transgenik (GMO)
- Isu etika, terutama soal rekayasa genetika pada manusia
- Ketergantungan petani pada benih transgenik berpaten dari perusahaan tertentu
Karena manfaat dan risikonya sama-sama besar, penerapan rekayasa genetika umumnya diatur ketat lewat regulasi keamanan hayati di tiap negara.