Siklus menstruasi diatur oleh interaksi hormon yang kompleks, dan berbagai metode kontrasepsi dikembangkan buat mengatur kesuburan.
1. Fase Menstruasi
Dinding rahim (endometrium) luruh karena tidak ada pembuahan, kadar estrogen dan progesteron rendah.
2. Fase Folikuler (Proliferasi)
FSH memicu pematangan folikel, folikel menghasilkan estrogen yang menebalkan kembali dinding rahim.
3. Fase Ovulasi
Lonjakan LH memicu pelepasan sel telur matang dari ovarium, biasanya terjadi di pertengahan siklus (±hari ke-14).
4. Fase Luteal (Sekretori)
Folikel yang pecah berubah jadi korpus luteum, menghasilkan progesteron buat mempertahankan dinding rahim, bersiap untuk implantasi kalau terjadi pembuahan.
5. Metode Kontrasepsi Hormonal
- Pil KB: mengandung hormon yang menekan ovulasi
- Suntik KB: hormon progesteron jangka panjang, mencegah ovulasi
- Implan (susuk): dipasang di bawah kulit, melepas hormon secara perlahan
6. Metode Kontrasepsi Non-Hormonal
- Kondom: penghalang fisik, sekaligus mencegah penyakit menular seksual
- IUD (spiral): alat dalam rahim yang mencegah implantasi
- Metode kalender/pantang berkala: menghindari hubungan saat masa subur
Memahami siklus hormonal ini jadi dasar cara kerja berbagai metode kontrasepsi dalam mengatur kesuburan.